Inspirasi Jalan-Jalan

Sekejap Singgah di Laut Merah

DSC_0042

Laut Merah dari atas Masjid Ar-Rahmah (masjid terapung)

JUM’AT, 9 Januari 2015. Tawaf terakhir di Baitullah. Jamaah sedang ramai-ramainya. Saya dan teman serombongan yang perempuan tawaf wada’ sebelum salat Jum’at. Seperti hari-hari sebelumnya, berkeliling ka’bah tujuh putaran memberi kesan tersendiri. Meski penuh oleh manusia dan kadangkala ada rintangan, tapi entah mengapa, sangat nikmat bila dijalankan. Alhamdulillah… Maka doa terakhir di depan multazam adalah agar Allah berkenan memanggil saya lagi ke sini. Saat itu, barulah saya bisa merasakan, mengapa setiap orang yang pernah ke Baitullah mengaku selalu ingin kembali ke sana.

Selesai salat Jum’at dan setelah mengemasi semua barang bawaan, kami pun check out dari hotel dan bergerak ke Jeddah. Waktu tempuh dari Makkah ke Jeddah sekitar 1,5 jam. Di Jeddah kami menginap 1 malam sebelum pulang esok harinya. Tak banyak yang bisa dilakukan di kota internasional Saudi Arabia itu selain istirahat di hotel. Sebenarnya ada saja kegiatan kalau mau. Nge-mall misalnya. Hehe… Kalau mau jalan sendiri keliling kota sambil jalan ke mall, bisa naik taksi. Tapi entah kenapa, saya dan suami kurang tertarik berbelanja lagi. Lagian mau belanja apa? Di tanah air, mall juga banyak. 😀 Lagipula rasanya ada yang berbeda. Biasanya di waktu-waktu salat sudah di Masjidil Haram, tapi sekarang harus menyesuaikan diri lagi dengan salat di kamar hotel karena jauhnya masjid.

DSC_0051

Syukurlah tiba juga waktu zuhur. Setelah salat dan makan siang, kami pun check out dan bergerak menuju bandara King Abdul Aziz. Tapi sebelumnya kami diajak berkeliling kota dulu. Tujuan utamanya adalah laut merah, di mana juga terdapat masjid Ar-Rahman (masjid terapung). Dinamakan masjid terapung karena bila air laut sedang pasang, tiang-tiang penyangga masjid akan terbenam oleh air laut sehingga masjid seolah-olah mengapung di atas laut.

Laut merah sendiri -khususnya di lokasi dekat masjid terapung- adalah laut tanpa pantai. Tepiannya dibatasi oleh batu-batu karang. Jadi orang-orang hanya bisa memandang air laut tanpa leluasa bermain di pinggirnya sambil kaki menyentuh air laut. Pemandangan dari masjid terapung ternyata lebih indah. Camar-camar laut terbang rendah dan sesekali menyentuh air laut. Pekik merdu suaranya menciptakan suasana laut yang semarak. Berdiri di teras masjid sambil merasai angin kencang yang dingin sungguh melenakan. Bersyukur saya sudah siap dengan jaket. Ternyata meski sedang di pantai dan matahari bersinar terik, angin musim dinginnya cukup bisa membuat tubuh menggigil.

Di hamparan laut merah, selain teringat kisah selamatnya Nabi Musa AS dan pengikutnya dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, saya pun memotret beberapa objek yang saya kira juga “bercerita”.

Puas menikmati laut merah dan masjid terapungnya, bus yang kami tumpangi pun bergerak ke bandara. Waktu kepulangan semakin dekat. Di sinilah akhir perjalanan ke Haramain kali ini. Tentu kesan di hati lebih dari yang bisa dituliskan. Semoga masih ada waktu-waktu lain untuk mengunjunginya kembali. Dan sesiapa saja yang juga merindu, semoga segera segera mendapat panggilanNya ke sana. Aamiin yaa robbal ‘alamiin…

 

***

Previous Post Next Post

You may also like

11 Comments

  • Reply Anesa Nisa

    Alhamdulillaaahh sdh peenah menginjak Tanah Haram.
    Mudah2annbisa bLik lagi ke sana ya Mbak, even itu umroh atau haji.
    Semoga sgl doa2nya diijabah Alloh. Aamiin 🙂

    February 1, 2015 at 8:17 am
    • Reply annisarangkuti

      Aamiin yaa robbal ‘alamiin..semoga suatu saat mbak Nisa berkunjung ke sana lagi juga yaa..aamiin 🙂

      February 1, 2015 at 11:17 am
  • Reply HM Zwan

    Aamiin ya Allah ya Mujib….
    aku kira dulu laut merah itu airnya warna merah lo kak hehehe

    February 1, 2015 at 8:27 am
    • Reply annisarangkuti

      Sama, mbak..aku dulu juga sempet mikir gitu..hahah..ternyata kayak air laut yg lain..hehehe..

      February 1, 2015 at 11:18 am
  • Reply kuswointan

    Waa… jadi mupeng ke tanah suci >.<

    February 1, 2015 at 9:51 am
    • Reply annisarangkuti

      Yuk, berdoa biar suatu saat bisa ke sana, mak Intan..in syaa Allah.. 🙂

      February 1, 2015 at 11:19 am
  • Reply Maya Siswadi

    Indah Sekali ya pemandangannya

    February 1, 2015 at 4:52 pm
    • Reply annisarangkuti

      Iyaa, mbak Maya..foto pertama saat langit sedang cerah 🙂

      February 2, 2015 at 7:28 pm
  • Reply fandhy

    wah jadi pengin kesana :3

    February 1, 2015 at 4:53 pm
    • Reply annisarangkuti

      Hayuk, mulai berniat ke tanah suci, mas Fardhy.. 🙂

      February 2, 2015 at 7:29 pm
  • Reply atri yuanda

    ماشاء الله
    اللهم ارزق الحج والعمرة

    January 10, 2018 at 3:53 pm
  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: