Inspirasi

Seberapa Penting Bergabung di Komunitas Blogger?

 

Setelah menjadi blogger, masih perlukah bergabung di komunitasnya?

 

Di era dunia digital masa kini, apapun bisa menjadi mungkin. Siapa saja bisa menjadi apa saja. Setiap orang bisa berkontribusi dalam masyarakat melalui media apapun. Jika berkontribusi di dunia nyata lingkup kebermanfaatannya tampak terlalu kecil, maka siapapun bisa berkontribusi lewat dunia digital untuk menjangkau lingkup kebermanfaatan yang jauh lebih luas. Zaman ini, tak perlu menunggu untuk jadi penguasa atau orang terkenal dulu untuk bisa memberikan pengaruh bagi banyak orang.

 

Masing-masing kita bisa mengubah dunia. Masing-masing kita berpotensi untuk menjadi seorang influencer. Bahkan seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya disibukkan dengan urusan rumah dan keluarga.

 

Bagaimana caranya?

 

Menulis lewat media blog.

 

Seperti membaca, menulis dengan media apapun sudah pasti banyak manfaatnya. Mulai dari semacam terapi jiwa, melatih daya pikir, memperkuat daya ingat, yang kesemuanya bisa berdampak positif pada kesehatan jiwa dan raga. Masih ingat pahlawan macam Bung Hatta yang mampu menelurkan karya buku di pengasingannya? Atau Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karya dari Pulau Buru-nya? Maka salah satu alasan terbaik untuk terus menulis adalah untuk bertahan hidup. Menulis bisa menjadi sarana melepaskan segala macam tekanan emosi dan masalah lewat goresan sebuah pena. Menulis itu membebaskan.

 

Manfaat yang sama bisa diperoleh dari menulis di era digital lewat media blog. Kegiatan menulis blog kini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Menulis blog kini tak mesti bawa laptop ke mana-mana. Cukup dengan smartphone, menulis sambil menemani anak bermain pun bisa dilakukan. Asal tetap awas, ya.. πŸ˜„

 

Menulis blog yang otomatis menjadikan kita seorang blogger, sudah barang tentu akan membuat interaksi kita dengan dunia maya semakin aktif. Mulai dari silaturrahim ala blogger (blogwalking) sampai berujung kopdaran di dunia nyata.

 

Dampak positif yang lebih banyak lagi bisa kita temukan di ruang-ruang komunitas blogger. Bergabung dengan komunitas blogger tertentu dapat membantu seorang blogger untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat dalam keterlibatannya di dunia digital. Keikutsertaan di suatu komunitas blogger dapat berdampak positif pada peningkatan kualitas konten maupun meluasnya jejaring yang tercipta dari interaksi sesamaΒ member komunitas.

 

Saya sadar, saya belumlah apa-apa tanpa curahan ilmu dari founder dan member suatu komunitas blog. Maka bergabung dengan beberapa komunitas blogger adalah keharusan jika ingin serius berkarya sekaligus mengembangkan diri lewat blog.

 

Salah satu komunitas blogger yang saya ikuti adalah Blogger Perempuan Network. Dari namanya, sudah jelas komunitas ini dikhususkan bagi para blogger perempuan saja.

 

Blogger Perempuan Network (https://bloggerperempuan.co.id/)

 

Blogger Perempuan yang didirikan pada tahun 2015 lalu ini hadir untuk mewadahi kegiatan para blogger perempuan Indonesia yang ada di belahan dunia mana saja. Tempat untuk belajar, saling berbagi dan menginspirasi melalui media blog. Keberadaan komunitas blogger semacam ini sangat dibutuhkan.Β  Apalagi di era digital ini blogger sudah dianggap profesi yang tak asing lagi. Posisi blogger di mata banyak brand besar dan terkenal sudah sejajar dengan profesi jurnalis atau awak media manapun. Dunia usaha semakin sadar bahwa peran serta blogger sangat diperlukan untuk menyampaikan pesan-pesan marketing mereka ke lingkup dunia yang lebih luas jangkauannya. Seiring dengan perkembangannya itu, monetisasi blog pun sudah sangat mungkin dan lazim. Seorang blogger bisa meraih manfaat moril dan materil dari kegiatan ngeblog yang ditekuninya.

 

Saat ini komunitas Blogger Perempuan adalah komunitas blogger perempuan terbesar di Indonesia dengan jumlah member mencapai 4500 orang lebih. Di awal kemunculannya, saya hanya sekadar ikut-ikutan join fanpage-nya di Facebook karena melihat beberapa sosok yang ada di barisan pendiri komunitasnya sudah dikenal dan lebih dulu eksis di komunitas blogger pertama yang saya ikuti (Kumpulan Emak-emak Blogger/KEB).

 

Melihat lamannya hanya sesekali saja. Kehadiran komunitas ini berbarengan dengan ketika saya memutuskan vakum sementara dari dunia blogging demi beradaptasi dengan dunia baru yang lebih menantang; menjadi ibu.

 

Baru minggu kemarin, saya iseng-iseng mengintip lagi laman komunitasnya di Facebook setelah sekian lama hanya melihat notifikasinya saja. Di salah satu postingannya mengabarkan akan ada event tantangan menulis selama 30 hari berturut-turut dengan tema yang berbeda setiap harinya.

 

Update event yang diunggah mbak Alaika Abdullah selaku Community Relation Blogger Perempuan itu langsung menggugah jiwa blogger saya yang masih menyala setelah momen “comeback” bulan lalu πŸ˜„ Tapi selama beberapa hari saya masih menimbang-nimbang, bisa tidak ya, saya konsisten menulis selama 30 hari berturut-turut setelah sekian lama absen ngeblog? Apalagi temanya semakin hari tampak semakin menantang buat saya.

 

Saya cuma khawatir tak bisa memposting tulisan tepat waktu di sela-sela kesibukan saya di rumah. Biasanya saya menghasilkan blogpost paling cepat 2 hari. Itu sudah mencari referensi (jika perlu) dan menimbang-nimbang ide, konten, sampai eksekusinya hingga dihasilkan sebuah tulisan yang bisa dilepas kepada pembaca.

 

Saya belum pernah menulis blog secara maraton setiap hari sepanjang sejarah saya menjadi blogger. Pernah sih ikut event-nya Kampung Fiksi, January 50K pada tahun 2011. Menulis novel sampai 50 ribu kata selama bulan Januari. Sudah bisa ditebak, saya tak mencapai target itu. Kurang tekad agaknya.

 

Kali ini saya tak ingin mengulangi kegagalan yang sama. Lagipula, ini tampaknya lebih cocok buat saya. Menulis lepas dengan tema berbeda setiap hari. Saya tidak akan pernah tahu bagaimana kualitas saya sebagai blogger jika tidak mencoba. Maka jadilah, H-1 sebelum jadwal kegiatan yang dimulai sejak 20 November kemarin, saya berniat untuk memperbaiki tekad, memupuk semangat menulis setiap hari, sampai memikirkan strategi agar tekad itu berbuah hasil melegakan dan membahagiakan.

 

Saat H-1 itu saya baru sadar saya belum terdaftar jadi member resmi Blogger Perempuan. Jadilah saya mengikuti proses pendaftaran lebih dulu dan langsung memikirkan konten blog untuk hari pertama esoknya. Mungkin karena masih hari-hari pertama, selama 4 hari ini masih mulus tanpa hambatan berarti. “Hambatan” yang ada paling kalau anak saya sedang ingin ditemani bermain dan bundanya tak boleh memegang HP. πŸ˜‚ Semoga ke depannya tetap berjalan lancar. Aamiin..

 

Begitulah. Ingin rasanya menjaga konsistensi menulis sepanjang hayat berbekal semangat dan motivasi yang didapat dari komunitas blogger. Karena sadar tentang betapa berartinya kegiatan menulis bagi pecintanya. Menulis yang dalam perjalanannya tetap membutuhkan vitamin dan dukungan dari orang-orang ber-passion sama agar dapat terus berkarya. Dan kesemuanya itu bisa didapat dengan bergabung di komunitas blogger seperti Blogger Perempuan Network.

 

Jadi kalau ditanya, seberapa pentingnya bergabung di komunitas blogger? Jawabannya tergantung pada seberapa besar niat dan tekad untuk mengembangkan diri sebagai blogger.

 

Bagaimana? Tertarik buat ikutan menjadi blogger dan aktif di komunitasnya juga? πŸ˜‰

 

***

 

Ditulis untuk tema hari ke-4 BPN 30 Days Challenge 2018.

Previous Post Next Post

You may also like

2 Comments

  • Reply Yulie

    BP memang keren, banyak ilmu dan pertemanan yang saya peroleh sejak bergabung dgn BP *walo selama ini saya lebih sering jadi silent reader aja krn jarang posting :))

    Ayo mbak semangat, saya yakin mbak pasti bisa mengikuti challenge ini full sampe tuntas πŸ˜€

    November 29, 2018 at 10:27 pm
    • Reply AnnisaRangkuti

      Semoga bisa sampe tuntas ya, mbaak. Aamiin.. πŸ˜ƒ makasih, mbaak 😊

      November 30, 2018 at 8:00 pm

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: