Inspirasi

Kenapa Saya (Kembali) Ngeblog?

 

Sebenarnya ini mirip-mirip ya dengan postingan saya sebelumnya, tentang kenapa saya kembali menulis blog. Tapi demi mengikuti tantangan 30 hari menulis blog yang diadakan komunitas Blogger Perempuan, saya dengan senang hati akan bercerita kembali tentang kenapa saya yang sudah sempat vakum beberapa tahun, ingin balik lagi aktif sebagai blogger.

 

(Baca juga : Menjadi Blogger yang Sebaik-baiknya, Sehormat-hormatnya)

 

Sejujurnya sih, alasan saya balik lagi nulis di blog ya semata mata cuma karena pengen nulis aja. Nulis semacam jurnal, diary, buku harian, yang bisa dibaca semua orang. Haha. Zaman memang sudah berubah sih, ya. Kalau dulu kita nulis diary trus diarynya diumpetin demi biar orang-orang nggak ada yang baca, lha sekarang malah pengen dipamer pamerin. Hahaha. Tapi pernah baca sih, kalo nulis diary, jurnal, atau blog, punya banyak manfaat buat si penulisnya. Secara umum berefek positif bagi fisik maupun psikologis; bisa sebagai terapi jiwa, memperkuat daya ingat yang biasanya semakin menurun seiring bertambahnya angka usia dan kompleksitas masalah hidup, mencegah berbagai penyakit yang biasanya menyerang di masa tua macam Alzheimer, dll.

 

 

Apalagi kalau tulisannya bermanfaat ya. Tentu bisa memberi manfaat juga bagi pembacanya. Menulis bisa menjadi jalan kita mengubah dunia, kata sang anonymous.

 

Jadi selama masa vakum ngeblog itu, seperti ada sesuatu yang hilang, yang meski coba dikesampingkan tapi terus mengusik sisi batin yang terdalam (duilee bahasanya..hehe). Saya sadar, passion saya adalah menulis, sejak dulu, dan akan tetap begitu. Ada masa-masa di mana saya berkeinginan lebih fokus untuk anak saya tercinta, yang kehadirannya di dunia telah saya dan suami nantikan sejak bertahun lamanya. Namun seiring dia semakin besar, semakin mandiri, semakin bijak bestari, saya mulai merasa bisa meluangkan waktu untuk mengaktualisasikan diri. Bahwa saya ingin menjadi ibu rumah tangga yang memiliki peran lain yang bisa dilakukan sambil mengasuh si buah hati. Peran yang bisa menunjang peran utama saya agar menjadi ibu yang bahagia.

 

Awalnya tentu sempat maju mundur. Blog saya yang lama, yang masih menumpang di wordpress.com, ingin saya benahi. Pertimbangan untuk meng-upgrade blog dari blog gratisan ke self hosted itu saja lamanya minta ampun. Ada kira-kira 3 tahun (ya, sebelum memutuskan vakum dari dunia blog, saya sempat ingin membenahinya) sebelum saya memutuskan untuk kembali ngeblog di rumah baru. Tentu saja pertimbangannya khawatir tak bisa membagi waktu nantinya. Lalu blog itu akan tersia sia. Apalagi saya sudah setahunan ini tak punya ART yang bisa membantu. Tapi begitulah, seiring waktu, dengan bismillah dan keyakinan kalau saya masih bisa menulis, saya mulai mendelegasikan tugas meng-upgrade blog saya itu pada seorang teman blogger.

 

Butuh waktu beberapa bulan hingga akhirnya blog self hosted ini. selesai -meski masih memerlukan beberapa perbaikan. Alhamdulillah..jadi juga ngeblog lagi. Dengan blog baru ini, saya berharap ada peningkatan produktivitas menulis. Semakin terasah dan semakin tajam. Semakin banyak ilmu blogging yang bisa diterapkan. Yang kalau diulik ulik lagi ilmu tentang blogging ini, wah..ilmu blogging saya masih seuprit. Dibanding blogger senior lain, saya belum ada apa apanya. Masih ingin belajar ini itu. Masih gaptek di berbagai hal. Masih ingin meng-upgrade kemampuan agar isi blognya tak melulu cuma tulisan dan gambar dari google atau template gratis dari aplikasi HP. Masih ini dan masih itu. Masih banyak!

 

Sebagaimana yang pernah saya tulis, bahwa passion tak pernah benar-benar pergi. Passion tak pernah mengkhianati empunya. Dia akan kembali walau bagaimanapun situasi tampak menghadangnya. Beginilah cara saya mengikuti passion. Beginilah cara saya perlahan mewujudkan mimpi. Saya ingin suatu saat nanti bisa juga mencecap manisnya hal yang bisa saya nikmati dari dunia menulis, dunia blogging. Tak hanya dalam bentuk materi, tapi yang lebih hakiki, bahwa saya bisa mempertahankan jiwa dan pikiran yang sehat dan awet muda karena menulis. Saya ingin tulisan-tulisan saya bermanfaat dan bisa memperpanjang “hidup” di dunia sembari memetiknya kelak sebagai amalan untuk akhirat. Duhai, semoga! Aamiin..

 

***

 

Ditulis untuk tema hari 1 “Blogger Perempuan 30 Days Challenge 2018“.

Previous Post Next Post

You may also like

3 Comments

  • Reply Yas Marina Dewi

    Selamat datang kembali di dunia blogging, Mba šŸ˜Š

    November 20, 2018 at 10:11 am
    • Reply AnnisaRangkuti

      hehe..makasiih, mbak Yas.. Salam kenal ya.. šŸ™‚

      November 21, 2018 at 7:32 pm
  • Reply Annisa Rangkuti - Dilema Blogger: Blogger Penuh Waktu atau Blogger Paruh Waktu?

    […] kesehatan psikis. Beberapa manfaat ngeblog kita mungkin sudah tahu dan pernah saya jabarkan juga di sini. Blog sebagai terapi jiwa, yang menjadi kegiatan menyenangkan buat saya di waktu senggang atau di […]

    December 12, 2018 at 9:18 pm
  • Leave a Reply

    %d bloggers like this: