Review

Ini Dia 5 Rumah Makan Wajib Coba Jika ke Tabagsel

 

KALI ini bicara kuliner. Asyik! Tapi sebelumnya, mari kenali dulu daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) atau terkadang masih suka disebut Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) ini.

 

Sebelum tahun 2007, Tapsel/Tabagsel adalah sebuah kabupaten di Sumatera Utara yang sangat luas wilayahnya, yang beribukota Padang Sidempuan. Namun sejak terjadi pemekaran wilayah, Tapsel terpecah jadi 4 kabupaten dan 1 kotamadya.

 

Kabupatennya terpecah menjadi Mandailing Natal/Madina yang beribukota Panyabungan, Padang Lawas yang beribukota Sibuhuan, Padang Lawas Utara yang beribukota Gunung Tua, kotamadya Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan yang ibukotanya pindah ke Sipirok.

 

Mayoritas masyarakat di Tabagsel bersuku Mandailing, yang termasuk suku batak yang bermarga-marga. Jika Anda berdarah Mandailing, tentu sudah tak asing lagi dengan masakan bercitarasa rempah andaliman atau berkuah asom pode (asam pedas) khas Mandailing. Di Medan dan beberapa kota lainnya sudah mulai banyak didapati rumah makan khas Mandailing. Ciri masakannya sebenarnya mirip dengan Minangkabau. Sama-sama ada kalio, rendang, dan berbagai masakan bercitarasa gurih pedas lainnya.

 

Mungkin bedanya, menu Mandailing masih lebih banyak varian masakan sayur mayurnya. Menu sayur yang beragam ini kerap hadir di menu makanan keluarga Mandailing. Selain sayur populer macam bayam, kangkung, dan sawi, sebut saja sayur daun ubi tumbuk -yang merupakan olahan sayuran khasnya, sayur bunga pepaya (jekkar), sayur nangka muda (gori), rebusan daun jipang (daun labu siam), daun ratti, daun katuk (daun nasi nasi), dan banyak lagi dedaunan yang bisa diolah dan dikonsumsi.

 

Mirip orang Sunda sebenarnya. Suka makan sayur sebagai pelengkap hidangan. Bedanya, orang Sunda tinggal melalapnya saja. Kalau orang Mandailing, minimal dibikin rebusan. Oh ya, beberapa menu Mandailing adalah ikan asap. Jenis ikannya bisa ikan mas, ikan baung atau ikan limbat. Setelah diasapi, ikan-ikan ini bisa tahan berbulan-bulan untuk diolah jadi menu apa saja. Bisa digoreng biasa, disambal atau digulai.

 

Variasi masakan keluarga ini pun tampaknya langsung diadaptasi oleh banyak rumah makan yang ingin menu keluarga Mandailing hadir sebagai pelepas rindu dengan masakan khas Umak (ibu) tanpa harus ke Tapsel. Berhubung saya bermukim di Padang Sidempuan, berikut ini daftar rumah makan yang wajib coba saat berkunjung ke sini.

 

Rumah Makan Paranginan

 

RM Paranginan (dok. AFR)

RM Paranginan berlokasi di Kayu Laut/Jembatan Merah, dekat dengan kota Panyabungan (Mandailing Natal). Bangunannya didirikan di tepi sungai Singolot (Aek Singolot).

 

Menu andalannya adalah ayam kampung yang digulai kalio, digoreng original atau digoreng sambal. Lainnya, ada menu ikan limbat (saya kurang tahu apa namanya dalam bahasa Indonesia) sambal yang renyah pedas, gulai kepala ikan, dan beberapa menu lainnya.

 

Buat para pecinta kopi, ada kopi takar yang rasanya istimewa karena dihidangkan di tempurung kelapa dan menggunakan gula merah. Menyeruputnya pun pakai sebatang kayu manis yang berfungsi sebagai sedotan. Hmmm..sedap nian.

 

Kopi takar (dok. AFR)

 

Ini adalah rumah makan andalan untuk menjamu tamu siapa saja yang berkunjung ke Panyabungan. Lokasinya memang asyik untuk makan siang, sore atau malam. Duduknya bisa di kursi atau lesehan. Bayangkan saja sedang makan menu nikmat di tepi sungai yang jernih. Duhai, selera makan dijamin bertambah berkali lipat!

 

RM Paranginan memiliki cabang di kota Panyabungan, di sisi jalan lintas timur. Yang membedakan hanya ada tidaknya sungai saja πŸ˜„ Kalau saya tentu lebih memilih lokasi yang lebih jauh, di tepi sungai itu. Makan sekalian resfreshing mendengar gemericik air sungai. Wah, nikmatnya!

 

Warung Nasi Porang

 

Ikan mas asom podeh. Foto hanya contoh, bukan dari Warung Nasi Porang (http://hanzdee.blogspot.com/2017/05/asam-pedas-kepala-ikan-mas.html)

Menu andalan warung nasi yang terletak di daerah Siabu, Mandailing Natal ini adalah ikan mas asom podeh (ikan mas asam pedas). Dari namanya saja sudah terbayang ikan mas yang manis tanpa bau tanah itu digulai asam dengan gilingan cabai merah yang bisa bikin bibir Anda dower saking pedasnya. Haha. Tapi itulah nikmatnya. Sambil memilah duri ikan mas, sambil kepedasan, sambil ingin bertambuh, membuat acara makan jadi seru!

 

Warung nasi dengan menu asam pode ini selalu ramai dengan pengunjung. Saya lebih sering melihat orang-orang berbaju dinas pemerintahan makan siang di sini. Juga yang datang dengan keluarga tentu saja.

 

Rumah Makan Keluarga

 

RM Keluarga PSP. Tampak seperti layaknya rumah makan padang pada umumnya πŸ˜€ (https://www.facebook.com/rahmatrtng/photos/pcb.494553690892640/494553650892644/?type=3&theater)

 

Terletak di daerah Sitombol, Jl. P. Diponegoro, Padang Sidempuan. Ini rumah makan yang bikin saya rindu berkunjung ke Padang Sidempuan saat akhir pekan waktu saya dan suami masih tinggal di Panyabungan. Rumah makan ini semacam perpaduan cita rasa Minang Mandailing.

 

Menu andalannya antara lain: gulai daging cincang, sayur daun ubi tumbuk, ikan mas asam pode, dan banyak lainnya. Alias sejauh ini semua menu yang pernah saya coba terasa pas di lidah saya. Apalagi hidangan penutupnya. Jangan lupa memesan es teler khas rumah makan ini sebelum membayar tagihannya, ya. Perut kenyang hatipun senang. Haha!

 

Rumah Makan Holat

 

Ini dikenal sebagai masakan khas daerah Padang Lawas Utara. Berlokasi di ibukota kabupatennya, Gunung Tua. Saya baru mencoba rumah makan holat yang satu ini, padahal di daerah Tabagsel ada beberapa rumah makan yang menyajikan menu ikan holat sebagai andalannya.

 

Omong-omong, apa itu ikan holat?

 

 

Holat (https://sarasvati.co.id/food/11/mencicip-pakkat-dan-holat-kuliner-khas-tapanuli-selatan/)

Ikan holat adalah (lagi-lagi) ikan mas yang diasap kemudian dimasak holat. Lha..haha.. yang jelas wujud akhir masakannya adalah sepiring ikan mas asap dengan kuah berbumbu, disajikan dengan sepiring kecil pakkat dan sambal bawang mentah.

 

Belum kenal pakkat juga? Itu adalah rotan muda yang dibakar, dikupas kulit bekas bakarannya, dipotong-potong seukuran jari, kemudian langsung lep! Dimakan. Nnggg..kalau saya tak suka makan pakkatnya. Pahit! Tapi itu adalah kawan makan yang legendaris buat ayah saya. Katanya sih, bisa menambah nafsu makan. πŸ˜„

 

Ini dia pakkat, si rotan muda (https://sarasvati.co.id/food/11/mencicip-pakkat-dan-holat-kuliner-khas-tapanuli-selatan/)

 

Di Medan, pakkat ini banyak yang menjual, khususnya saat bulan Ramadhan, di daerah Jl. Letda Soedjono, yang warga di situ mayoritas bersuku Mandailing. Entahlah apa nikmatnya pakkat. Saya juga masih gagal paham. Tapi yang jelas, ikan holat ini enak juga. “Enak juga” karena rasanya yang gurih, unik, tak terlalu berbumbu tapi bisa bikin balik lagi. Mungkin cicipan pertama belum terlalu kena di lidah. Tapi berikutnya, Anda akan penasaran. Pokoknya sulit dideskripsikan kalau tak mencobanya langsung. πŸ˜„

 

Rumah Makan Siang Malam

 

Rumah makan yang satu ini adalah tempat makan wajib kunjung jika mertua saya yang orang Minangkabau itu sedang berkunjung ke Padang Sidempuan (PSP). Lokasinya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok, 1 jam dari PSP. Tempat yang sekarang adalah pindahan dari lokasi yang sebelumnya di ruko pasar Sipirok.

 

RM Siang Malam Sipirok (dok. AFR)

 

Tempat barunya ini jauh lebih bagus, lebih bersih, lebih nyaman, dan lebih indah pemandangannya. Makan sup daging, sup iga atau sup sumsum makin terasa nikmat sambil memandang ke luar jendela, di mana bukit barisan dan bentangan sawah hadir menyejukkan mata disemilir angin sepoi-sepoi. Duhai!

 

Selain sup, menu lainnya sama dengan rumah makan lainnya, seperti sayur daun ubi tumbuk, sambal teri kacang, ikan goreng, dll. Tapi biasanya orang-orang datang ke sini demi makan supnya yang gurih. Tapi makan supnya harus segera setelah dihidang panas-panas, ya. Kalau tidak, kuahnya akan cepat beku karena suhu di Sipirok termasuk dingin.

 

Sup daging di RM Siang Malam Sipirok (dok. AFR)

 

Minuman andalan termasuk di antaranya kopi Sipirok. Waaahh..para pecinta kopi wajib seruput! Saya yang bukan pecinta kopi saja jadi suka meminum kopi Sipirok ini gara-gara kopinya tak bikin jantung berdebar. Nikmat dan langsung melek. Haha.

 

Hmmm..bisa terbayang kan nikmatnya? Makan sup panas di tempat yang dingin. Ditutup sajian segelas kopi susu panas. Wow! Bikin ngiler saja!

 

Rumah Makan Sinyarnyar

 

Ini adalah tempat makan rekomendasi teman saya dan suami. Berlokasi di Jalinsum Sipirok, sekitar 20 menit dari RM Siang Malam. Menu khasnya adalah ikan mas (lagi!). Bedanya, ikan mas di sini bisa digoreng atau dibakar.

 

Nah, bumbu pelengkapnya ini yang membuatnya berbeda dengan rumah makan lain yang biasanya hanya digulai, disambal atau diasam-pode. Setelah dibakar, badan ikan mas ini akan dilumuri bumbu khas andaliman, yang merupakan arti dari bahasa Mandailing “sinyarnyar”.

 

Andaliman yang bercitarasa dan berbau pedas menggigit ini dihaluskan dengan bumbu-bumbu lainnya lalu dibalurkan ke ikan mas saat pengolahannya. Hasilnya adalah rasa pedas gurih nikmat yang unik. Hidangannya biasanya disertai rebusan daun pepaya dan telur dadar. Eits, jangan khawatir, rebusan sayur daun pepayanya tak pahit sama sekali.

 

Ikan mas sinyarnyar (https://www.apakabarsidimpuan.com/kuliner-ikan-mas-sinyarnyar-kuliner-khas-dari-sipirok-tapanuli-selatan/)

 

Sayur daun pepaya ini dipercaya bisa mencegah duri-duri ikan mas yang sengaja tak sengaja ikut dilahap, jadi tak nyangkut di kerongkongan. Tak percaya? Saya juga awalnya iya. Tapi setelah mencobanya sendiri, eh, benar juga. Ini malah ngilmu dari suami, yang seumur-umur sebelum menikah dengan saya tak pernah makan ikan mas. Kalau sudah makan di sini, saya akan kalah balapan dengan beliau. Haha.

 

Tempatnya pun nyaman, luas, dan tersedia musala yang cukup besar, luas dan bersih. Cocok sekali sebagai tempat perhentian dalam perjalanan saat siang ke sore hari.

 

Uniknya, Anda takkan menemukan kata “Sinyarnyar” di plang namanya. Hanya “Rumah Makan” saja. Tapi lihatlah berderet-deret kendaraan yang parkir di sana tiap harinya. Saya, keluarga dan kawan-kawan pun sering berkunjung ke sana kalau sedang ingin plesir ke Sipirok.

 

***

 

Itu dia 5 tempat makan wajib cicip yang bisa saya rekomendasikan jika Anda sedang berkunjung ke daerah Tabagsel. Sebenarnya masih ada lagi, tapi ya sudah dulu, ya. Tangan sudah lumayan pegal karena mesti mengetik cepat-cepat sebelum bocah keburu bangun. Haha. Oke, semoga bisa mencicipinya kapan-kapan, ya! πŸ˜‰

 

***

 

Ditulis untuk tema hari ke-6 Blogger Perempuan Network 30 Days Challenge 2018.

Previous Post Next Post

You may also like

2 Comments

  • Reply sinta khairunnisa

    aku langsung bookmark hehee..aku suka banget masakan melayuuuu

    December 3, 2018 at 9:29 pm
    • Reply AnnisaRangkuti

      Wuoohh..hayuuk mari ke mari, mbaak. Biar ditemenin nyicip 😁😊

      December 4, 2018 at 11:39 am

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: