Inspirasi

Blogger Dilemma: Full-Time Blogger or Part-Time Blogger?

SAAT memutuskan kembali ngeblog setelah sekian tahun vakum, sebelumnya saya coba mendefinisikan lagi arti ngeblog buat saya pribadi. Apa yang sebenarnya saya cari dari kegiatan ngeblog? Murni hanya kesenangan yang hanya dilakukan di waktu luangkah? Atau ada tujuan tertentu? Ngeblog hanya sekadar hobi untuk relaksasi atau memang passion yang terus menerus mengusik ketenangan jiwa kalau tak dilakukan?

 

Karenanya, keputusan untuk kembali ngeblog bagi saya sebenarnya gampang-gampang susah. Gampangnya, ya tinggal bikin blognya, lalu menulislah sesuai minat dan karaktermu. Susahnya cuma satu kata: konsistensi. Itu juga pertanyaan yang sempat bikin saya maju mundur sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali lagi bersibuk ria dengan laptop dan gadget.

 

Saya memang cukup bermasalah dengan konsistensi ini. Haha. Kebanyakan pekerjaan saya lakukan setengah setengah, dan itu sebenarnya pantang, ya ‘kan? Perkara sederhana macam minum vitamin setiap hari atau pakai masker minimal tiap minggu, sering lupa atau malas saya lakukan. Parah memang. πŸ˜…

 

Makanya salah satu tekad saya untuk kembali ngeblog dan ikut challenge dari Blogger Perempuan Network ini ya untuk melatih disiplin dan konsistensi saya dalam menulis. Rasanya kok sayang kalau passion tak dibarengi dengan disiplin yang tinggi. Takkan ada pencapaian nantinya. Jadi, buat apa ngeblog untuk di-share ke publik? Cukup ngeblog dengan set private saja kalau begitu.

 

Memangnya seberapa penting sih, saya kembali ngeblog?

 

Itu pertanyaan pertama yang jawabannya mendorong saya melakukan kegiatan ngeblog sampai detik ini.

 

Bagi saya, kegiatan menulis di blog sangat penting untuk kesehatan psikis. Beberapa manfaat ngeblog kita mungkin sudah tahu dan pernah saya jabarkan juga di sini. Blog sebagai terapi jiwa, yang menjadi kegiatan menyenangkan buat saya di waktu senggang atau di sela-sela menemani anak bermain. Blog adalah teman yang setia menampung apa saja curahan hati dan pikiran saya tentang berbagai pengalaman hidup.

 

Ngeblog bagi saya adalah salah satu cara memenuhi dua puncak piramida kebutuhan manusia ala Maslow. Kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri. Ngeblog, sebagai satu-satunya hal yang mungkin saya lakukan sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saya merasa itulah potensi terkuat dari diri saya untuk saat ini, dan sudah seharusnya itu yang harus saya penuhi dan kembangkan agar menjadi suatu pencapaian yang berarti.

 

Full time blogger or part time blogger? (https://www.whatsupfagans.com/bloggers-gift-guide/)

 

Pencapaian tak melulu soal materi. Pencapaian dari segi pengakuan dan penghargaan sosial bisa jadi lebih utama. Ketika tulisan-tulisan kita dibaca dan diapresiasi serta memberi manfaat bagi banyak orang, itu saja rasanya sudah cukup. Manfaat materi yang dirasakan selanjutnya adalah bonus.

 

Perkara materi ini memang selalu menggelitik. Pernah beberapa kali mendapat job review, hadiah menang lomba blog, dan melihat teman-teman blogger lainnya yang saling berkompetisi dan mendapat kesempatan baik, membuat saya termasuk ke dalam barisan yang mulai melihat dunia digital masa kini sebagai dunia profesi yang menjanjikan. Hanya bermodalkan laptop, HP, dan jaringan internet, seorang blogger sudah bisa meraih banyak sekali kesempatan baik yang akan dapat diraih bila dibarengi kerja keras dan kerja cerdas.

 

Maka menjadi full-time blogger adalah profesi yang sebenarnya menggiurkan bagi ibu rumah tangga seperti saya khususnya. Siapa sangka, bermodalkan senang menulis bisa berbuah imbalan yang cukup untuk menaikkan pamor di media sosial? πŸ˜„

 

Pamor sebagai blogger berprestasi karena sering menang lomba, pamor sebagai blogger banjir job karena sering memposting sponsored post, pamor sebagai blogger yang sering berkesempatan jalan-jalan sampai ke luar negeri karena tulisan travelling-nya yang ciamik, dst.

 

Maka takkan ada lagi istilah insecure melihat profesi atau pencapaian orang lain yang setiap hari memenuhi timeline media sosial. Karena nyatanya setiap orang, apapun profesinya, bisa menjadi blogger. Perkara full-time atau part-time-nya sesungguhnya tak lagi jadi soal. Itu hanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing saja. Seberapa besar kebutuhannya untuk pencapaian materi dari kegiatan ngeblog? Seberapa besar kebutuhannya untuk bisa eksis di medsos? Dan yang terpenting, apa tujuan utamanya ngeblog? Adalah pertanyaan-pertanyaan yang bisa ditanyakan ke diri sendiri.

 

Kalau saya jawabannya, masih dalam tahap menjalani prosesnya dulu. Masih menikmati kegiatan menulis di blog sebagai passion yang terus menerus mengajak saya untuk berbagi pengalaman dan opini di ruang publik, yang bisa saya kerjakan sembari menunaikan tugas sebagai ibu rumah tangga tanpa ART. Perkara apresiasi, materi, atau apapun hasil positif dari dunia blogging, adalah bonus dari konsistensi menghasilkan konten-konten kreatif dan bermutu.

 

***

 

Ditulis untuk tema ke-22 Blogger Perempuan Network 30 Days Challenge 2018.

Previous Post Next Post

You may also like

Leave a comment

Leave a Reply

%d bloggers like this: