Inspirasi

Agar Hari Tua Lebih Menyenangkan dan Bermakna

 

BELAJAR dari banyak pengalaman orang-orang yang tutup usia karena penyakit degeneratif, saya jadi punya satu cita-cita: ingin hidup sehat, bahagia, dan bermakna sampai tua. Cita-cita ini sampai saya mottokan di bio saya di side bar: Semakin tua, semakin berjaya. Sejalan memang dengan motto yang di-hashtag-kan Maia Estyanti akhir-akhir ini: Semakin tua semakin bahagia. 😄

 

Berjaya yang dimaksud bukan sekadar materi. Materi adalah ikutan, ketika kita mampu berkontribusi sampai hari tua. Berjaya yang bermakna kesehatan lahir dan batin, yang tidak semua orang mampu mencapainya hingga waktunya tiba.

 

Berikut tips hasil renungan saya agar saya dan kita semua bisa mencapai hidup sehat, sejahtera lahir dan batin.

 

Ibadah teratur

 

Saya menaruh ini di poin pertama karena berkeyakinan kalau hidup kita bertujuan untuk beribadah kepada Tuhan, maka segalanya akan terasa lebih mudah. Tuhan sebagai pusat semesta.

 

Orang yang shalat 5 kali sehari dengan tepat waktu atau orang yang ke gereja setiap Minggu, auranya juga akan berbeda dengan orang yang jarang atau tidak melakukan itu sama sekali. Beribadah pada Tuhan menguatkan dan melembutkan hati kita di waktu yang bersamaan. Segala masalah yang menjadi stressor akan mudah dihadapi dan dikendalikan. Hidup menjadi tenang, tenteram dan damai, apapun masalah yang dihadapi sehari-hari.

 

Bagi yang muslim, mengaji/tilawah Al Quran juga adalah obat hati, penerang jiwa. Segala kebaikan dan hal positif akan serta merta terpancar dan berimbas balik ke empunya. Tilawah itu menenangkan, tilawah itu cara mendekatkan diri pada Tuhan, pada firmanNya, Sang Pemberi Kesejahteraan.

 

Bersyukur

 

Masih berkaitan dengan poin pertama. Melatih rasa syukur atas rahmat dan nikmat yang dikaruniakan Tuhan setiap detiknya. Kita sering lupa untuk mensyukuri sungguh-sungguh kemampuan berjalan, melihat, mendengar, membaui, merasa, yang melibatkan semua indera dan anggota badan, yang kesemuanya bisa dilakukan tanpa rasa sakit yang berarti. Nikmat “sederhana” yang seringkali kita lupakan. Padahal dialah aset utama yang mesti dijaga sampai akhir usia.

 

Rasa syukur juga bisa ditunjukkan dengan berbagi pada sesama. Berbagi yang tak hanya berupa materi. Berkontribusi dengan hal-hal positif atau ilmu yang bermanfaat, merupakan bentuk rasa syukur dikaruniai fisik dan kesehatan yang paripurna. Energi positif yang terpancar tentu akan kembali juga pada yang memberikan.

 

Olahraga

 

Jelas ini sangat penting untuk menjaga kesehatan raga. Tapi begitulah, banyak sekali godaannya untuk menunda kegiatan berkeringat ini. Padahal banyak sekali manfaatnya yang bisa dinikmati sampai tua bila rutin dilakukan. Saya pun sedang dalam masa mengumpulkan semangat untuk kembali rajin berolahraga. Minimal jalan kaki atau treadmill.

 

Sebenarnya saya lebih senang yoga, dan pernah merasakan manfaatnya 2 tahun lalu. Berat badan saya turun 8 kg dalam waktu 2 bulan, padahal yoga yang dilakukan 3 kali seminggu itu masih berupa gerakan-gerakan dasarnya saja. Apa daya, di domisili saya sekarang susah menemukan instrukturnya. Mau cuma lihat dari Youtube sudah kadung malas duluan karena tidak interaktif. Haha. Alesan aja, ya. Bilang aja males! 😆😂

 

Eh, tapi benar, loh. Yoga yang dilakukan tanpa instruktur dikhawatirkan bisa mengakibatkan cedera. Yang dengan instruktur saja saya pernah salah gerakan sehingga ototnya terasa sakit. Apalagi yang tidak didampingi. Jalan keluarnya, ya seharusnya saya lebih teratur olahraga treadmill karena itu yang paling memungkinkan.

 

Olahraga teratur juga menjadikan kualitas tidur lebih baik, tak peduli berapa lama waktu istirahat yang diperlukan. Bahkan jika hanya bisa tidur beberapa jam saja, tetap bisa bangun dengan badan segar.

 

Health (https://www.greatneck.k12.ny.us/domain/698)

 

Makan makanan sehat

 

Ini adalah tip sehat penunjang olahraga, yang lagi-lagi banyak sekali godaannya. *Padahal saya saja yang mudah sekali tergoda dengan makanan enak. 😂

 

Olahraga tanpa mengatur pola dan menu makan bisa berujung kesia-siaan. Olah raga yang dibarengi asupan makanan yang sehat dan bergizi adalah paket komplit demi mendapatkan tubuh yang jauh dari penyakit dan senantiasa bugar.

 

Saya sebenarnya suka sekali makan buah, baik itu dijus atau sekadar dipotong. Begitu juga dengan sayur. Segala jenis sayuran bisa saya kunyah dengan lahap. Syaratnya tidak pahit saja. Tapi apalah artinya makan sayur dan buah kalau masih makan sepiring karbohidrat tiap kali makan? Atau masih mengunyah makanan manis tanpa rasa bersalah?

 

Maka mengurangi jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dan menghindari makanan dan minuman manis adalah keniscayaan untuk mendapatkan tubuh sehat yang ideal.

 

Ada banyak variasi program diet. Saya pernah mencoba less salt diet sampai langganan kateringnya segala. Tanpa olahraga, hanya memakan menu diet ini selama 2 minggu, BB saya turun 3 kg. Lumayan. Tapi bagi saya masih menyiksa. 😂

 

Pernah juga mencoba sama sekali tidak makan karbohidrat. Yang terjadi adalah saya sempoyongan dan jadi mudah marah. Saya tak bisa membayangkan diet dengan metode DEBM yang sama sekali menghilangkan karbohidrat dalam menu sehari-harinya. Atau diet Ketofastosis yang konsumsi utamanya makanan berlemak tinggi. Dipastikan tak sampai 3 hari, saya sudah mengibarkan bendera putih.

 

Ternyata memang karbohidrat tetap diperlukan tubuh dalam jumlah yang sedikit. Semua boleh dimakan asal tidak berlebihan. Semua zat gizi itu diperlukan tubuh. Maka mengurangi karbohidrat dan menghindari makanan dan minuman manis adalah yang paling cocok dan memungkinkan bagi saya.

 

Terbukti saat masih aktif yoga dulu itu. Badan terasa lebih enteng dan bugar dengan banyak mengonsumsi jus buah, sayuran, protein dengan sedikit karbohidrat. Tetap boleh makan makanan manis di hari cheating day, biasanya sekali seminggu, dalam porsi yang sedikit. Jadi program diet tak lagi terasa menyiksa. 😄

 

Membaca dan Menulis

 

Ada masa ketika saya sadar akan satu hal. Otak saya terasa semakin lemah untuk mengingat, jadi mudah lupa, pikiran kurang tajam, malas bergerak, apalagi untuk belajar hal-hal baru. Otak saya terasa tumpul, beku, yang jika dibiarkan demikian terus menerus, saya khawatir penyakit tua seperti pikun akan mudah menyerang. Na’udzubillah..

 

Agaknya itu karena otak saya jarang diasah. Setiap hari online hanya membaca limpahan informasi yang memengaruhi fokus dan konsentrasi. Oleh karena itulah saya kembali ngeblog, kembali menulis, kembali membaca buku yang selama ini lama hanya teronggok di tempatnya tanpa disentuh. Sambil menunggu blog saya ini selesai dikerjakan oleh ahlinya, saya membaca beberapa buku. Hasilnya, otak saya terasa lebih segar.

 

Setelah blog ini selesai, dan tak lama kemudian mengikuti tantangan menulis setiap hari selama 30 hari dari Blogger Perempuan Network ini, otak saya kembali terasah. Senang sekali rasanya. Saya kembali melakukan passion saya sambil melatih otak dengan menulis dan membaca.

 

Maka menulis dan membaca buku adalah sebuah keharusan. Beda rasanya jika hanya membaca informasi dari media online. Membaca buku melatih fokus, konsentrasi dan daya ingat yang pastinya bermanfaat sampai hari tua. Bukankah hari tua tanpa penyakit adalah cita-cita? Jadi, mari kita sama-sama lakukan gaya hidup sehat sekarang juga.

 

***

 

Ditulis untuk tema ke-12 Blogger Perempuan Network 30 Days Challenge 2018.

 

Previous Post Next Post

You may also like

2 Comments

  • Reply Ewafebri

    Setujuuu… Penting punya motto hidup supaya hidup bisa lebih fokus ngapain aja. Kadang saking riwehnya hidup kita lupa tujuan kita mau ngapain aja.. kalo kata bang Roy Kiyoshi ” Terdistrak ” (kayak sering nonton aja.. hahhaa.. padahal gak punya tipi)

    December 2, 2018 at 9:54 am
    • Reply AnnisaRangkuti

      Hahaha..Roy Kiyoshi yaaa. Aku juga biar punya tipi jarang nonton kok 😅😄
      Iya sih. Hidup juga perlu motto yg menjadi tujuan, bukan sekadar kalimat di buku diary masa alay dulu 😆

      December 3, 2018 at 5:26 pm

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: